RAHASIA SDN PETOMPON 01 KOTA SEMARANG CETAK JUARA PRAMUKA SETIAP TAHUN

 

SEMARANG, Joglo Jateng – SD Negeri Petompon 01 kembali menorehkan prestasi membanggakan, khususnya di bidang non-akademik. Sekolah ini telah dikenal sebagai langganan juara dalam kegiatan kepramukaan tingkat kecamatan selama lebih dari satu dekade terakhir.

“Sudah lebih dari 10 tahun kami mempertahankan kejuaraan di tingkat kecamatan dalam kegiatan pramuka. Dulu namanya Pesta Siaga, sekarang menjadi Lomba Keterampilan Siaga (LKS),” ujar Sumarni, guru kelas saat ditemui di sekolah, Selasa (1/7/25).

Setiap tahun, lanjutnya, SDN Petompon 01 rutin mewakili Kecamatan Gajahmungkur dalam LKS dan beberapa kali berhasil melaju hingga ke tingkat kota bahkan provinsi.

Sumarni menjelaskan, pramuka menjadi kegiatan unggulan sekolah karena nilai-nilai yang ditanamkan sangat penting bagi pembentukan karakter siswa. Seperti kedisiplinan, kemandirian, dan kreativitas.

Ia menjelaskan, kegiatan pramuka di sekolah ini dimulai sejak kelas 1 dengan kategori prasiaga. Lalu berlanjut ke siaga bagi kelas 2 hingga kelas 4 dan penggalang untuk kelas 5 dan 6.

“Sejak kelas 2 kami sudah mulai membidik dan melatih siswa yang berpotensi untuk mengikuti lomba di kelas 4,” jelas Sumarni.

Ia menyebut, untuk mengikuti lomba, sekolah melakukan seleksi ketat. Satu kelompok yang dikirim ke lomba hanya terdiri dari delapan siswa terbaik, masing-masing dari kategori putra dan putri. Meski selektif, antusiasme siswa untuk terlibat sangat tinggi.

“Banyak yang ingin ikut, tapi karena ini kompetisi, tentu harus melalui seleksi. Namun, dari situ anak-anak belajar menerima keputusan dan terus berproses,” kata dia.

Tak hanya di bidang pramuka, imbuh Sumarni, SDN Petompon 01 juga mencatat prestasi dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Seorang siswi kelas 5 yang kini naik ke kelas 6 berhasil meraih juara 1 lomba menulis cerita tingkat kota dan akan melaju ke tingkat provinsi.

“Anak ini sebelumnya belum pernah ikut lomba menulis. Tapi karena kami melihat potensinya, ia dibimbing intensif, termasuk belajar mengetik dan menyusun cerita secara kreatif.

“Alhamdulillah hasilnya memuaskan,” jelasnya.

Kata Sumarni, cerita yang ditulis mengangkat unsur daerah dan memuat nilai-nilai karakter yang mendalam, sesuai dengan tujuan lomba FLS2N. Ia menambahkan, pembinaan dilakukan secara menyeluruh, dari seleksi internal hingga penyediaan fasilitas dan pendampingan intensif oleh guru.

Selain pramuka dan menulis, siswa SDN Petompon 01 juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler lainnya seperti tari tradisional, rebana, serta Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). (luk/adf)